Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Akhlak Perspektif Ibnu 'Arabi

AKHLAK PERSPEKTIF IBNU 'ARABI

Dalam mendefinisikan akhlak Ibnu Arabî berkata :

وحقيقته أَنه لِصورة الإِنسان الباطنة وهي نفْسه وأَوصافها ومعانيها المختصةُ بِها بمنزلة الخَلْق لصورته الظاهرة وأَوصافها ومعانيها ولهما أَوصاف حسَنة وقبيحة والثوابُ والعقاب يتعلّقان بأَوصاف الصورة الباطنة أَكثر مما يتعلقان بأَوصاف الصورة الظاهرة.

“Hakikatnya (akhlak) adalah gambaran batin manusia, yakni jiwanya, sifat-sifatnya, dan makna-maknanya yang spesifik, yang dengannya terlihat kedudukan makhluk, lantaran gambarannya secara zahir, baik sifat-sifatnya dan makna-maknanya, dan keduanya memiliki sifat yang baik atau buruk, mendapat pahala dan sanksi, yang kaitan keduanya dengan sifat-sifat yang tergambar secara batin adalah lebih banyak, dibanding apa-apa yang yang terkait dengan gambaran zahirnya.”

Dari definisi akhlak yang diungkapkan Ibnu 'Arabi di atas ada beberapa titik tekan yang perlu dijelaskan:

Pertama, bahwa gambaran akhlak yang bersifat batin lebih banyak dari pada yang bersifat lahir. Artinya, bahwa akhlak itu merupakan gambaran hati seorang manusia yang terkumpul dalam tiga aspek yaitu; jiwa, sifat dan makna yang spesifik dari akhlak itu sendiri.

Kedua, bahwa gambaran akhlak yang lebih banyak bersifat batin akan terlihat manakala seseorang menampakkan tingkah laku nyata yang tampak dakam sikap dan perilaku sehari-hari. Ketika sikap lahir itu menunjukkan hal-hal yang baik maka baiklah akhlak seseorang dan begitupun sebaliknya.

Ketiga, bahwa akhlak itu terbagi kepada akhlak yang baik dan akhlak yang buruk. Untuk mengetahui mana akhlak yang baik dan mana yang buruk bisa dilihat dari sikap lahir yang ditunjukkan oleh seseorang.

Keempat, bahwa akhlak yang baik mendapatkan pahala dan akhlak yang buruk mendapatkan sanksi. Artinya, bahwa ketika seseorang melakukan akhlak yang baik ia akan mendapatkan balasan kebaikan, baik di dunia terlebih lagi di akhirat. Begitu juga akhlak yang buruk.

Untuk itu, akhlak sebagaimana disampaikan Ibnu 'Arabi dalam gambarannya yang bersifat batin lebih banyak dari pada akhlak yang bersifat lahir. Maka tidak mungkin kita mengetahui gambaran batin seseorang kecuali dengan melihat gambaran lahirnya yang terimplementasi lewat tingkah laku nyata sehari-hari. Wallahu a'lam.
Sebelum ke peraduan.
29 Shafar 1443 H.

Posting Komentar untuk "Akhlak Perspektif Ibnu 'Arabi"