Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Tak Akan Pernah Rugi Orang Yang Berniaga Dengan Allah


Suatu hari Fulan berjalan-jalan sore dengan mobil bersama keluarga, di tengah sedang asyik menikmati JJS ia melihat di pinggir jalan seorang Bapak berjualan kerupuk, Fulan menghentikan mobilnya dan turun. Lalu ia bertanya pada si penjual kerupuk itu, "Berapa harga kerupuk satu plastiknya Pak? 300rb Mas". Jawab si penjual kerupuk itu singkat. Lalu Fulan mengambil 3 bungkus kerupuk dan ia berkata, "Pak, saya ngambil 3 bungkus kerupuk, berarti 9rb, ini uangnya 10rb". "Oh, ia". Jawab si Bapak penjual kerupuk itu. Setelah itu ia meraba-raba dan membuka tas yang berisi uang untuk mencari uang kembalian. Fulan bergumam dalam hati, "Ternyata Bapak ini buta".

Si penjual kerupuk itu kemudian berkata, "Pak silahkan ambil sendiri uang kembaliannya". Kemudian Fulan berkata, "Apa Bapak tidak takut nanti saya bayar tidak sesuai dengan barang yang saya ambil, atau malah tidak bayar tapi ngambil kembalian?". Bapak itu menjawab, "Mas, saya yakin dengan Allah dan riski saya sudah dijamin oleh Allah, kalau memang riski saya ia tidak akan kemana-kemana meskipun saya tidak melihat, tugas kita hanya berusaha dan bekerja". "Masya Allah", jawab Fulan. " Oh, iya Pak, saya tidak perlu kembalian". "Terima kasih". Jawab si penjual kerupuk.

Ada beberapa pelajaran dari kisah yang sangat menginspirasi di atas. Pertama, meskipun si Bapak penjual kerupuk itu buta ia tidak menjadikan alasan bagi dirinya untuk meminta-minta, tapi ia tetap bekerja untuk menghidupi keluarganya karena bekerja itu wajib. Kedua, dalam bekerja ia yakin seyakin-yakinnya dengan Allah -meskipun dalam kondisi tubuhnya yang tidak sempurna- bahwa riski itu sudah diatur oleh Allah dan tidak akan pernah salah alamat. Ketiga, siapapun yang berniaga dengan Allah maka ia tidak akan pernah rugi dan dirugikan sedikitpun.

Mungkin kita sering mendengar liputan tentang Bapak Jusuf Hamka -seorang Tiongha Muallaf- yang punya oulet pojok sedekah di berbagai tempat di Jakarta. Di mana dalam oulet itu beliau berjualan nasi setiap hari kerja, yaitu dari hari Senin sampai Jumat. Nasi itu beliau beli dengan harga 10rb dan beliau jual 3rb. Beliau biasanta menyiapkan 1000 porsi setiap hari dengan subsidi 100jt setiap harinya.

Apakah beliau rugi? Beliau sama sekali tidak rugi malah surplus. Jawab beliau sendiri. Itulah salah satu fadhilah orang-orang yang dengan yakin dan sepenuh hati berniaga dengan Allah SWT. Orang-orang tersebut sama sekali tidak akan pernah dirugikan oleh Allah SWT. dan bahkan malah mendapatkan keuntubgan lain yang lebih banyak lagi dari Allah SWT.

From "The True Story" dari H. Zainal KRJ tadi siang di Masjid Agung Assalam.

Posting Komentar untuk "Tak Akan Pernah Rugi Orang Yang Berniaga Dengan Allah"